SWSriwidodoAcademic LegacyBeranda ↗

Kepemimpinan & Pengabdian Akademik

Ilmu hadir
dalam tata kelola.

Kepemimpinan akademik adalah ikhtiar menjaga mutu, integritas, keberlanjutan institusi, dan keberpihakan ilmu kepada kepentingan masyarakat.

Lihat kontribusi
Partisipasi dalam forum akademik dan kelembagaan
FORUM AKADEMIK
Pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berbasis hasil riset
PENGABDIAN BERDAMPAK

Kepemimpinan bukan posisi yang berdiri di atas ilmu.

Ia adalah tanggung jawab untuk memastikan ilmu, kebijakan, manusia, dan sumber daya bergerak ke arah yang benar.

01 · Ruang Kontribusi

Menjaga institusi,
menghubungkan kepentingan.

Kontribusi bergerak melintasi tata kelola universitas, pendidikan, profesi farmasi, standar, pengabdian masyarakat, dan agenda kemandirian kesehatan.

01

Tata Kelola Akademik

Menjaga marwah akademik melalui Senat Akademik, telaah kebijakan, pertimbangan kelembagaan, dan penguatan proses pengambilan keputusan.

02

Mutu Pendidikan

Mendorong kurikulum yang relevan, evaluasi program studi, rekognisi pembelajaran lampau, serta kesinambungan standar pendidikan.

03

Profesi Farmasi

Berkontribusi pada standar kompetensi, pengujian apoteker, penguatan etik, dan pengembangan profesi yang berorientasi pada masyarakat.

04

Kemandirian Kesehatan

Menghubungkan kebijakan dengan bahan baku lokal, industri farmasi, teknologi formulasi, hilirisasi, dan ketahanan kesehatan nasional.

05

Pengabdian Berdampak

Menerapkan teknologi tepat guna, mendampingi mitra, memberdayakan masyarakat, serta merawat keberlanjutan manfaat.

06

Kepemimpinan Kolaboratif

Menyatukan akademisi, industri, pemerintah, komunitas, media, alumni, dan organisasi dalam agenda bersama.

02 · Rekam Kontribusi

Dari standar
menuju dampak.

Beberapa kontribusi terpilih memperlihatkan hubungan antara penjaminan mutu, kebijakan, pengembangan profesi, teknologi, dan masyarakat.

01

OSCE Nasional Apoteker

Anggota kepanitiaan nasional dalam merancang, mengembangkan, menyelenggarakan, mengevaluasi, dan menjaga keberlanjutan OSCE sebagai bagian penjaminan mutu kompetensi apoteker.

02

Standar Halal Kosmetik

Kontribusi pada pengembangan standar uji tembus air untuk memperkuat dasar ilmiah ekosistem kosmetik halal.

03

Senat Akademik Unpad

Peran sebagai Sekretaris Senat Akademik dalam merawat tata kelola, kebijakan akademik, integritas, dan keberlanjutan institusi.

04

Teknologi Tepat Guna

Transfer teknologi pemurnian bahan baku minyak Sacha Inchi bersama mitra industri sebagai bentuk pengabdian berbasis hasil riset.

05

Ekosistem Kemandirian Kesehatan

Menguatkan jejaring bahan baku, produk, petani, UMKM, industri, dan media menuju manfaat yang lebih luas.

03 · OSCE Nasional 2016—2026

Satu dekade
menjaga kompetensi.

10TAHUN KONTRIBUSI

Anggota kepanitiaan pengembangan Objective Structured Clinical Examination untuk menilai kemampuan calon apoteker menerapkan pengetahuan, keterampilan, komunikasi, penalaran, dan profesionalisme dalam situasi praktik terstruktur.

Dokumentasi Try Out Objective Structured Clinical Examination tahun 2017
2017 · TRY-OUT OSCEDari rancangan
menuju pengujian nyata.
Dokumentasi tim di OSCE Center Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran
2024 · OSCE CENTER FARMASI UNPAD
01

Blueprint

Memetakan kompetensi, domain praktik, konteks pelayanan, tingkat kemampuan, dan proporsi stasiun agar ujian merepresentasikan profil apoteker Indonesia.

02

Pengembangan Stasiun

Menyusun skenario, instruksi peserta, instruksi penguji, kebutuhan alat, pasien standar, rubrik, serta kriteria performa.

03

Review & Kendali Mutu

Menelaah relevansi, kejelasan, kesetaraan tingkat kesulitan, kelayakan waktu, objektivitas penilaian, dan keamanan materi ujian.

04

Try-out

Menguji alur stasiun, waktu, instruksi, logistik, respons peserta, reliabilitas, serta kesiapan fasilitas sebelum penerapan lebih luas.

05

Pelatihan

Melatih penguji, penyelenggara, pelatih pasien standar, dan tim pusat ujian agar prosedur serta interpretasi rubrik konsisten.

06

Penyelenggaraan

Mengawal kesiapan OSCE center, sirkuit, kerahasiaan, briefing, penilaian, dokumentasi, dan koordinasi pelaksanaan ujian.

07

Monitoring & Evaluasi

Menelaah pelaksanaan, data hasil, kendala lapangan, umpan balik, dan peluang perbaikan sebagai siklus peningkatan mutu berkelanjutan.

Lokakarya penyusunan blueprint dan perangkat uji kompetensi OSCE
PENGEMBANGAN PERANGKAT

Diskusi, penyusunan blueprint, pengembangan stasiun, serta review bersama tim lintas institusi.

Dokumentasi penyelenggaraan ujian di OSCE Center
PENYELENGGARAAN UJIAN

Koordinasi penyelenggara dan tim OSCE Center untuk memastikan prosedur ujian berjalan konsisten.

“OSCE tidak hanya menguji apa yang diketahui calon apoteker, tetapi bagaimana pengetahuan itu digunakan secara aman, profesional, dan bertanggung jawab.”
Kolaborasi lintas institusi untuk pengembangan inovasiCOLLABORATIVE LEADERSHIP

04 · Cara Memimpin

Membangun ruang
agar banyak pihak bertumbuh.

Kepemimpinan akademik tidak selalu tampil sebagai keputusan tunggal. Sering kali ia hadir sebagai kemampuan mempertemukan perspektif, mengelola perbedaan, menjaga standar, dan membangun kepercayaan.

01Berpihak pada kepentingan akademik02Berbasis bukti dan pertimbangan utuh03Menjaga integritas dan akuntabilitas04Mendengar sebelum memutuskan05Menghubungkan kebijakan dengan pelaksanaan06Mengutamakan manfaat jangka panjang

05 · Dari Kebijakan ke Pelaksanaan

Keputusan yang baik
harus menemukan jalannya.

Kebijakan memperoleh makna ketika dapat diterjemahkan menjadi pendidikan yang lebih baik, profesi yang terpercaya, teknologi yang digunakan, serta masyarakat yang memperoleh manfaat.

Ikuti jejak dampak ↗
01

Dengar

Memahami persoalan, konteks, pihak terdampak, dan pilihan yang tersedia.

02

Telaah

Menguji bukti, risiko, prinsip, aturan, dan konsekuensi jangka panjang.

03

Putuskan

Merumuskan arah yang jelas, proporsional, akuntabel, dan dapat dilaksanakan.

04

Kawal

Menjaga implementasi, mengevaluasi hasil, dan memperbaiki bila diperlukan.

Institutional Legacy

Institusi tumbuh ketika nilai
lebih kuat daripada jabatan.

Warisan kepemimpinan bukan hanya dokumen atau keputusan, tetapi budaya akademik yang tetap hidup ketika generasi berganti.

Lihat rekam jejak lengkap ↗Masuk ke ruang kolaborasi →