Bahan aktif unggulan
Fokus riset meliputi Sacha Inchi, kurkumin, brazilin, α-mangostin, piperin, katekin, andrografolid, propolis, serta hEGF rekombinan.

Riset & Inovasi
Riset dikembangkan sebagai perjalanan utuh—dari karakterisasi bahan, rekayasa teknologi, dan evaluasi, hingga kesiapan hilirisasi.
Fokus riset meliputi Sacha Inchi, kurkumin, brazilin, α-mangostin, piperin, katekin, andrografolid, propolis, serta hEGF rekombinan.

Teknologi yang dikembangkan mencakup nanoemulsi, NLC/SLN, liposom, niosom, dispersi padat amorf, nanokristal, microfluidic, freeze-drying, dan oleogel.

Aplikasi mencakup obat dan suplemen, kosmetik, penyembuhan luka, kardiometabolik, neurokognitif, pangan fungsional, serta kesehatan hewan.

Riset Terbaru · Dorongan Teknologi · 2026
Vomega mempertemukan teknologi pemurnian minyak, bahan baku antara Biosachi, formulasi kosmetik hijau dan halal, manufaktur bersama industri, serta pengenalan produk kepada masyarakat. Program ini menjadi simpul terbaru perjalanan Sacha Inchi dari riset menuju manfaat yang lebih luas.

Dokumentasi fabrikasi alat untuk menjembatani metode laboratorium dengan proses yang lebih terintegrasi.

Lima varian produk menjadi bukti keterhubungan bahan baku, formulasi, regulasi, dan manufaktur.
Tim merancang, memfabrikasi, dan mendemonstrasikan rangkaian pemanasan, pengadukan, sentrifugasi, filtrasi, serta penampungan untuk pemurnian minyak Sacha Inchi.
Refined Clear Sacha Inchi Oil ditempatkan sebagai bahan baku antara yang menghubungkan pengolahan minyak, spesifikasi teknis, dan pengembangan kosmetik.
Program menghasilkan lima varian kosmetik berbasis refined Sacha Inchi oil. Laporan mencatat nomor notifikasi BPOM untuk body scrub, body lotion, body serum, UV defense cream, dan miracle oil.
Demonstrasi terbatas pada 46 pengguna memberi masukan awal tentang sensori dan penerimaan produk. Data ini tidak diposisikan sebagai uji klinis atau pembuktian khasiat.
Jejak Bukti
Warisan keilmuan ini bukan hanya kumpulan produk. Nilainya terletak pada kemampuan menghubungkan ilmu bahan, rekayasa proses, formulasi, regulasi, kemitraan, dan pembelajaran pasar dalam satu perjalanan yang dapat diteruskan.
Research Equity · Tiga Jalur · Satu Fondasi
Tiga penelitian ini memperlihatkan kesinambungan gagasan: minyak Sacha Inchi tidak hanya dipelajari sebagai bahan, tetapi dibangun sebagai bagian dari NLC, nanoemulsi, dan arah sistem vesikular untuk membawa senyawa aktif alam secara lebih terukur.

Formula CaTS2 menghasilkan partikel sferis yang relatif seragam, pelepasan awal diikuti pelepasan berkelanjutan hingga 480 menit, serta evaluasi stabilitas fisikokimia.
Menyatukan kurkumin, propolis, lipid Sacha Inchi, rekayasa nanocarrier, karakterisasi, dan jalur menuju prototipe suplemen.

Formula HLB 10 memberi profil terbaik dalam laporan: ukuran 490,03 nm, PDI 0,66, zeta −52,73 mV, efisiensi penjerapan 89,14%, serta model pelepasan Korsmeyer–Peppas.
Memperluas Sacha Inchi dari bahan aktif menjadi fase minyak pembawa α-mangostin, sekaligus merekam pentingnya optimasi ukuran dan stabilitas.

Kunyit, secang, kulit manggis, dan propolis distandardisasi dan disaring aktivitasnya. Luaran yang terdokumentasi kemudian menonjolkan nanoemulsi kurkumin serta evaluasi pada model resistensi insulin.
Menunjukkan bahwa pengembangan patch vesikular memerlukan fondasi mutu bahan, pemilihan aktif, karakterisasi pembawa, dan pembuktian biologis bertahap.
Benang Merah
Nilai utama ketiganya bukan klaim produk akhir, melainkan terbentuknya ekuitas pengetahuan: kemampuan menstandardisasi bahan, memilih sistem pembawa, membaca kegagalan stabilitas, menghasilkan publikasi, dan menentukan pertanyaan berikutnya.
RAW MATERIAL → NANOCARRIER → CHARACTERIZATION → VALIDATION → TRANSLATIONPenelitian Terapan BIMA · Tahun Kedua · 2026
Penelitian ini menghubungkan minyak Sacha Inchi Indonesia dengan pengembangan bahan baku berkelanjutan, analisis kurkumin, produksi kapsul skala pilot, serta pembuktian keamanan dan efikasi pendahuluan pada model hewan.

Formulasi kapsul membawa riset bahan baku menuju bentuk produk yang dapat diproduksi bersama mitra industri.

Kerja laboratorium mengawal quality control, analisis HPLC, serta rangkaian evaluasi praklinik.
Produksi dan quality control minyak Sacha Inchi menjadi fondasi untuk memahami mutu bahan sebelum memasuki formulasi kandidat produk kesehatan.
Prototipe kapsul diproduksi pada skala pilot bersama PT Habbatussauda International Utama sebagai mitra industri.
Analisis kuantitatif dengan HPLC digunakan untuk membandingkan sistem berbasis minyak native dan refined. Laporan mencatat peningkatan kelarutan sekitar 23 persen.
Uji toksisitas akut oral dan tes toleransi glukosa memberikan data awal untuk pengembangan berikutnya. Temuan masih berada pada model hewan dan belum membuktikan manfaat klinis pada manusia.
Capaian Terdokumentasi
Warisan riset ini memperlihatkan bahwa kemandirian bahan baku memperoleh arti ketika mutu bahan dapat dihubungkan dengan formulasi, metode analisis, keamanan, mitra produksi, dan jalur regulasi secara bertanggung jawab.
Warisan Keilmuan · Formulasi Bahan Alam
Penelitian tablet hisap kemoprevensi mempertemukan kekayaan bahan alam Indonesia dengan disiplin teknologi sediaan. Jejaknya bergerak dari penyiapan dan karakterisasi bahan menuju pengembangan beberapa bentuk sediaan, publikasi ilmiah, dan prototipe awal.
Konsentrat mineral air laut Pamekasan, kurkumin, mangostin, dan ekstrak daun kelor dipelajari sebagai bahan aktif dalam satu agenda formulasi.
Bahan disiapkan dan dikarakterisasi sebelum memasuki rekayasa sediaan; tahapan ini menegaskan bahwa formulasi dimulai dari pemahaman bahan.
Penelitian menjelajahi granul instan, tablet, tablet effervescent, dan tablet hisap melalui pendekatan granulasi serta pengeringan yang terukur.
Laporan akhir mencatat dua artikel internasional terbit serta prototipe tablet hisap pada tingkat kesiapterapan teknologi awal (TKT 2).
Fondasi ini memperlihatkan kesinambungan kepakaran: sumber daya alam tidak berhenti sebagai bahan, tetapi diterjemahkan menjadi sistem yang dapat dipelajari, diukur, dan dikembangkan lebih lanjut secara bertanggung jawab.
Temukan posisinya dalam roadmap →Riset Awal · Disertasi Doktor · 2019
Disertasi ini menjadi payung ilmiah awal yang menyatukan produksi hEGF rekombinan, optimasi proses, formulasi berbasis kitosan, dan pengujian biologis. Dari sinilah kepakaran berkembang melampaui formulasi konvensional menuju biopharmaceutical dan translational pharmaceutics.
Penelitian menjawab bagaimana biomolekul dapat diproduksi, ditingkatkan skalanya, dilindungi dalam sistem penghantaran, lalu diuji aktivitasnya. Integrasi inilah yang menjadi ciri awal perjalanan riset berikutnya.
Empat peptida sinyal dibandingkan untuk membawa hEGF keluar dari sel E. coli BL21 dan menyederhanakan tahapan pemisahan.
Response Surface Methodology, fermentor, perlakuan panas, dan penukar ion digunakan untuk mempelajari peningkatan skala serta pemurnian.
Gelasi ionik kitosan–TPP dan PEG membentuk sistem partikulat hEGF yang dikarakterisasi secara fisik dan morfologis.
Aktivitas dipelajari melalui proliferasi dan migrasi sel, diikuti evaluasi pada model hewan serta pemeriksaan histologi dan endotoksin.
Memperdalam formulasi dan karakterisasi nanochitosan-hEGF, sekaligus mengidentifikasi kebutuhan optimasi ukuran, penjerapan, pH, dan kestabilan.
Menyatukan hulu produksi protein dengan hilir sistem penghantaran dan bukti praklinik awal, lalu membuka arah hidrogel serta liposom-hEGF.
hEGF dikembangkan melalui sistem ekspresi ekstraseluler E. coli BL21 sebagai langkah awal menuju kemampuan produksi bahan biologis secara mandiri.
Tahap 2019 mencakup optimasi ekspresi, karakterisasi protein, pengukuran kadar, serta pengujian aktivitas biologis pada tingkat laboratorium.
Kitosan, nanopartikel, liposom, dan hidrogel dipetakan sebagai rangkaian teknologi untuk melindungi serta menghantarkan protein pada lingkungan luka.
Pengujian sel dan model hewan menjadi bukti praklinik awal; pengembangan hidrogel kitosan liposom-hEGF tetap ditempatkan sebagai agenda penelitian bertahap.
Jejak ini memperluas kepakaran formulasi menuju biopharmaceutical: tidak hanya menghasilkan biomolekul, tetapi juga memikirkan cara melindungi, menghantarkan, menguji, dan meneruskannya secara bertahap menuju manfaat kesehatan.
Dokumentasi Laboratorium · 2016–2024
Catatan visual ini memperlihatkan kesinambungan kerja eksperimental: memahami peralatan, mengawal proses, membimbing tim, dan membangun bukti sebelum sebuah inovasi bergerak menuju skala berikutnya.

Kegiatan riset menggunakan bioreaktor sebagai bagian dari pengembangan proses farmasi.

Eksplorasi peralatan proses untuk menjembatani pembuktian laboratorium dan kebutuhan scale-up.

Pendampingan kegiatan pengujian dan pembentukan disiplin kerja ilmiah di laboratorium.

Proses pemurnian dan pengolahan bahan dilakukan bersama peneliti muda sebagai ruang belajar lintas generasi.
Terus jelajahi perjalanan
Hilirisasi & Produk →