Mimpi Berikutnya · AI, VR & Digital Pharmacy Education
PharmVR
Immersive Learning for Pharmaceutical Industry Education
Pembelajaran Farmasi Industri dan CPOB melalui simulasi Virtual Reality yang aman, interaktif, dan terukur.
Pembelajaran farmasi industri memerlukan pemahaman prosedural dan kontekstual, sementara akses mahasiswa ke fasilitas produksi farmasi nyata memiliki keterbatasan. PharmVR dikembangkan sebagai simulasi imersif untuk membantu menjembatani kesenjangan antara teori CPOB dan praktik industri.
PharmVR tidak ditempatkan sebagai visualisasi fasilitas semata. Desainnya mengintegrasikan kerangka pembelajaran agar teknologi, pedagogi, isi, dan pengalaman praktik tetap terhubung.
01
Cognitive-Affective Model of Immersive Learning
Menghubungkan pengalaman imersif dengan proses kognitif dan afektif dalam pembelajaran.
02
Technological Pedagogical Content Knowledge
Memadukan content, pedagogy, dan technology dalam rancangan pengalaman belajar.
03
Cognitive Apprenticeship
Mendekatkan mahasiswa pada pengalaman belajar berbasis praktik dan konteks kerja.
05 · Learning Features
Belajar, berlatih, menerima umpan balik.
Fitur pembelajaran mendukung orientasi, tugas, interaksi, pemantauan aktivitas, dan evaluasi terstruktur di dalam pengalaman imersif.
Pengembangan PharmVR dirancang untuk dievaluasi pada aspek kognitif, afektif, dan prosedural. Pernyataan ini menunjukkan tujuan evaluasi, bukan klaim efektivitas yang telah terbukti.
01
Cognitive
Pemahaman farmasi industri dan CPOB.
02
Affective
Sikap profesional dan keterlibatan dalam pembelajaran.
03
Procedural
Pemahaman alur kerja dan prosedur industri.
07 · Research & Development Approach
ADDIE
Pengembangan menggunakan pendekatan Research and Development dengan model ADDIE.
Pendidikan farmasi juga harus terus berubah. Ketika mahasiswa tidak selalu dapat memasuki fasilitas industri secara langsung, teknologi imersif dapat membuka ruang belajar baru yang aman, terstruktur, dan dapat diulang.
PharmVR merupakan bagian dari upaya untuk menjadikan perkembangan teknologi sebagai alat untuk memperkuat pembelajaran, bukan menggantikan proses pendidikan atau praktik industri nyata.
Sumber pengembangan: Sriwidodo, Farhamzah, dan Eri Amalia · Program Studi Doktor Ilmu Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran.